1. Judul :
PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )
UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI PENGOLAHAN ANGKA ( EXCEL ) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA LKS DAN PEMBENTUKAN KELOMPOK DI SMA NASIONAL PATI, TAHUN 2010/2011.
Disusun oleh :
Agus Sugiharto, S.Kom
2. PENDAHULUAN
a) Latar Belakang.
SMA Nasional merupakan sekolah yang setiap tahunnya mendapatkan input siswa yang di bawah rata-rata, karena sekolah kami bukanlah sekolah favorit di kota Pati. Sehingga sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa mata pelajaran yang banyak melakukan aktifitas hitung menghitung adalah merupakan mata pelajaran yang paling kurang disukai oleh hampir seluruh siswa –siswi kami.
Pada semester 2 ( dua ) di kelas XI, materi yang biasanya disajikan adalah dengan materi pengolahan angka dengan menggunakan Microsoft Excel, pada materi ini selalu kurang mendapatkan perhatian dari siswa-siswi di sekolah kami, itu disebabkan karena banyaknya rumus ( formula ) yang akan digunakan dalam pengolahan angka tersebut, dari tahun ke tahun materi Excel ini memang kurang banyak diminati oleh lebih dari 80 % siswa di sekolah SMA Nasional Pati.
Rendahnya penguasaan siswa pada materi Excel, terutama untuk kelas XI program IPS, sangat memakan waktu yang lama dan berkepanjangan sehingga tidak efektifnya waktu belajar dengan jumlah pertemuan yang sudah diatur sebelumnya sering kali meleset dari jadwal yang telah dibuat sebelumnya.
Tidak efektifnya pengajaran yang dilakukan guru, diduga akibat kurang tepatnya guru dalam menggunakan strategi pembelajaran.
Dilandasi dengan keinginan untuk mencari strategi pembelajaran yang tepat, cepat dan efisien untuk meningkatkan hasil nilai penguasaan materi Excel inilah, maka Penulis merasa perlu mengadakan penelitian tindakan kelas ini.
Guna mewujudkan harapan yang diinginkan oleh Penulis seperti di atas maka Penulis menerapkan strategi pembelajaran aktif dengan menggunakan teknik pemberian formula ( rumus ) dan membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil yaitu 1 ( satu ) kelompok berdua.
b) Identifikasi Masalah.
Identifikasi masalah yang akan dikaji pada penelitian ini adalah :
1 Apakah melalui strategi pembelajaran aktif dapat meningkatkan penguasaan materi Excel bagi siswa kelas XI khususnya IPS4 SMA Nasional Pati pada khususnya?.
2 Apakah strategi pembelajaran aktif merupakan pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan materi Excel bagi siswa kelas XI pada umumnya, di SMA Nasional Pati ?
c) Pembatasan Masalah
Pada Penelitian Tindakan Kelas ini, Penulis membatasi untuk kelas XI IPS4 saja mungkin tidak akan sesuai dengan kelas lain secara detail, jadi penulis membatasi masalah hanya untuk kelas XI IPS4 SMA Nasional Pati saja.
d) Cara Pemecahan Masalah
1. Siswa yang mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus tentunya akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah, tentunya akan lebih baik pula penguasaan kertramilan atau konsep terhadap mata pelajaran – mata pelajaran yang dipelajarinya. Dengan pemberian PR secara rutin dan terorganisir dengan baik paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri.
2. Moh. Uzer ( 1996:29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, atau paksaan orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar, misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh orang tua untuk mendapatkan peringkat pertama.”
3. Demikian halnya dengan guru memberikan PR dengan harapan baik itu dirasa memaksa bagi siswa atau itu karena disuruh sebagai tugas dengan perasaan terpaksa, yang jelas mengkondisikan siswa harus belajar. Dengan pola demikian tentunya anak yang lebih banyak belajar dirumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan.
e) Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang akan dikaji pada penelitian ini adalah :
1. Apakah melalui strategi pembelajaran aktif dapat meningkatkan penguasaan materi Excel bagi siswa kelas XI khususnya IPS4 SMA Nasional Pati pada khususnya?.
2. Apakah strategi pembelajaran aktif merupakan pembelajaran yang efektif untuk mengajarkan materi Excel bagi siswa kelas XI pada umumnya, di SMA Nasional Pati ?
f) Tujuan Penelitian
Penilaian memiliki tujuan yang sangat penting dalam pembelajaran, diantaranya untuk grading, seleksi, mengetahui tingkat penguasaan kompetensi, bimbingan, diagnosis, dan prediksi.
1. Sebagai grading, penilaian ditujukan untuk menentukan atau membedakan kedudukan hasil kerja peserta didik dibandingkan dengan peserta didik lain. Penilaian ini akan menunjukkan kedudukan peserta didik dalam urutan dibandingkan dengan anak yang lain. Karena itu, fungsi penilaian untuk grading ini cenderung membandingkan anak dengan anak yang lain sehingga lebih mengacu kepada penilaian acuan norma (norm-referenced assessment).
2. Sebagai alat seleksi, penilaian ditujukan untuk memisahkan antara peserta didik yang masuk dalam kategori tertentu dan yang tidak. Peserta didik yang boleh masuk sekolah tertentu atau yang tidak boleh. Dalam hal ini, fungsi penilaian untuk menentukan seseorang dapat masuk atau tidak di sekolah tertentu.
3. Untuk menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai kompetensi.
4. Sebagai bimbingan, penilaian bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan.
5. Sebagai alat diagnosis, penilaian bertujuan menunjukkan kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan. Ini akan membantu guru menentukan apakah seseorang perlu remidiasi atau pengayaan.
6. Sebagai alat prediksi, penilaian bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat memprediksi bagaimana kinerja peserta didik pada jenjang pendidikan berikutnya atau dalam pekerjaan yang sesuai. Contoh dari penilaian ini adalah tes bakat skolastik atau tes potensi akademik.
Dari keenam tujuan penilaian tersebut, tujuan untuk melihat tingkat penguasaan kompetensi, bimbingan, dan diagnostik merupakan peranan utama dalam penilaian.
Sesuai dengan tujuan tersebut, penilaian menuntut guru agar secara langsung atau tak langsung mampu melaksanakan penilaian dalam keseluruhan proses pembelajaran. Untuk menilai sejauhmana siswa telah menguasai beragam kompetensi, tentu saja berbagai jenis penilaian perlu diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai, seperti unjuk kerja/kinerja (performance), penugasan (proyek), hasil karya (produk), kumpulan hasil kerja siswa (portofolio), dan penilaian tertulis (paper and pencil test). Jadi, tujuan penilaian adalah memberikan masukan informasi secara komprehensif tentang hasil belajar peserta didik, baik dilihat ketika saat kegiatan pembelajaran berlangsung maupun dilihat dari hasil akhirnya, dengan menggunakan berbagai cara penilaian sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menerapkan strategi pembelajaran yang efektif, karena siswa tidak mengalami frustasi dalam mencari dan menyelesaikan masalah dengan cepat, dan membuat efektif pada jam tatap muka.
g) Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempermudah penyampaian dan penyajian materi Excel ke siswa kelas XI.
b. Mencari pengajaran yang efektif untuk mengajarkan materi Excel bagi siswa kelas XI.
c. Meningkatkan penguasaan materi Excel bagi siswa kelas di SMA Nasional Pati tahun pelajaran 2010/2011.
2. Manfaat Praktis.
1. Manfaat Bagi Siswa, cepat praktis dan mudah dipraktikan, karena siswa tidak mengalami frustasi.
2. Manfaat Bagi Guru, penyampaian materi akan cepat tercapai, dan sistem pengajaran akan tepat waktu jumlah pertemuan yang sudah dibuat pada saat pembuatan Silabus.
3. Manfaat bagi Sekolah, Tidak membutuhkan waktu yang banyak. Istilah kerenya tinggal PLUG AND PLAY
3. Kajian Teori.
a. Kajian Teori
Menurut teori perkembangan Piaget, kemampuan intelektual seseorang akan berkembang sesuai dengan perkembangan usia. Dengan kata lain kemampuan belajar seseorang sangat bergantung pada tingkatan usia orang tersebut. Hal ini sangat berkaitan pula dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuhnya, sehingga kemampuan memahami isi suatu mata pelajaran sangat bergantung pula pada jenjang pendidikan.
Dengan demikian, kemampuan membaca naskah setiap orang juga akan sangat bergantung pada usia orang tersebut. Atau dengan kata lain, kemampuan membaca seorang siswa, misalnya, akan bergantung pada jenjang pendidikan siswa tersebut.
Sebagai contoh, kemampuan membaca seorang siswa SLTP akan berbeda (dan umumnya lebih rendah dari pada siswa SMU) dengan kemampuan membaca seorang siswa SMU.
Jadi, meskipun pendekatan dan metoda pembelajaran yang digunakan mungkin sama, tetapi guru SLTP akan harus menyajikan materi pelajaran dengan cara yang berbeda dengan cara untuk siswa SMU. Akibatnya, guru SLTP harus memahami dan mampu meningkatkan kemampuan membaca siswanya sesuai dengan perkembangan intelektualnya.
Salah satu karakteristik kognitif seseorang adalah struktur kognitif. Struktur kognitif dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu sebagai sistem dan sebagai gaya. Secara sederhana, struktur kognitif ini dapat ditampilkan dalam dua bagan di bawah ini.
Bagan-1 : Kognitif ditinjau sebagai sistem
Gaya Rasional Gaya Empiris Gaya Metaforis
Dari kedua bagan tersebut di atas nampak bahwa struktur kognitif minimal terdiri atas lima aspek, yaitu Konseptual verbal, Konseptual penalaran, Gaya rasional, Gaya empiris, dan Gaya metaforis. Kelima aspek tersebut masing-masing memiliki indikator atau deskriptor. Indikator-indikator tersebut adalah sebagai berikut:
o Indikator konseptual verbal adalah: pengetahuan arti kata, pemahaman konsep formal, dan bilangan.
o Indikator konseptual penalaran adalah: iniduktif, deduktif, dan pengelompokan logis.
o Indikator Gaya rasional adalah: kompleksitas, kategorisasi, diferensiasi, dan analisis abstrak.
o Indikator Gaya empiris adalah: hubungan konkrit, dan bertahap.
o Indikator Gaya metaforis adalah: pemilahan, dan integrasi.
Seperti dijelaskan di atas, intelektual seseorang akan berkembang sesuai dengan perkembangan usia orang tersebut. Hal ini berarti pula bahwa struktur kognitif yang mempengaruhi kognitif seseorang juga akan akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan usia orang itu. Dengan merujuk pada indikator-indikator tersebut di atas, kita akan mampu menentukan tahap perkembangan struktur kognitif seseorang. Pada akhirnya kita akan mampu memahami tingkat intelektual orang itu. Dan karena kemampuan membaca seseorang sangat berkaitan dengan tingkat intelektual, hasilnya, kita akan mampu memahami kemampuan membaca seseorang yang apabila masih rendah kita akan dapat meningkatkan kemampuan membaca tersebut.
b. Kerangka Pikir
Biasanya Siswa enggan sekali berfikir, sehingga mereka seringkali frustasi dan malah tidak memperhatikan kita. Terutama untuk siswa-siswi tidak tertarik dengan pelajaran hitung menghitung.
Misalnya Guru memberikan Contoh soal seperti berikut.
c. Perumusan Hipotesis Tindakan
Dengan memberikan rumus yang telah di cetak dan di sebarkan ke kelompok siswa, mereka akan sangat mudah menyelesaikan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Dengan print out seperti berimut ini :
SIKLUS PERTAMA
1) Perencanaan :
Pada tahap ini akan dilakukan :
- Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk mata pelajaran TIK Kelas XI, dan mengembangkan skenario pembelajaran.
- Menentukan pokok bahasan yang akan diajarkan pada setiap tindakan.
Menjelaskan dasar-dasar:
Excel, rumus dan fungsi dan beberapa fungsi logika yang lainya
Tindakan
Melaksanakan tindakan sesuai dengan skenario yang telah direncanakan, yaitu ;
Memberikan contoh tabel perhitung gaji/bonus dan sebagainya.
3) Pengamatan
Pada tahap ini guru mengamati proses kegiatan yang sedang berlangsung, diantaranya :
- Mengamati interaksi belajar siswa saat ditayangkan materi pelajaran dalam menulis ulang edaran kertas job sheet yang telah di edarkan.
- Menilai lembar kerja yang telah dikerjakan siswa.
4) Refleksi
Pada tahap ini dilakukan untuk evalusi seluruh tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil pengamatan
- Apakah materi yang disampaikan guru dengan menggunakan menggunakan job sheet edaran tersebut sangat bermanfaat bagi siswa.
Indikator yang dapat dilakukan adalah melihat hasil pada lembar latihan siswa. (jika hasilnya belum mencapai 75% maka akan lakukan perbaikan pada siklus kedua dengan materi yang sama, dan jika hasilnya sudah memuakan maka pada siklus kedua akan disampaikan materiselanjutnya)
- Menyusun rencana perbaikan sesuai dengan kelemahan-kelemahan pada yang terjadi berdasarkan hasil pengamatan untuk digunakan pada siklus kedua.
SIKLUS KEDUA
1) Perencanaan
- Mengidentifikasi masalah pada siklus pertama dan menyusun alternatif pemecahannya.
- Menyiapkan media dan materi yang akan disampaikan.
2) Tindakan
- Guru menjelaskan materi dasar-dasar sistem jaringan dengan menyisipkan suarapada tayangan power point bila perlu.
- Pada menjelang akhir jam pelajaran Guru melakukan tanya jawab dan menjelaskan kesimpulan dari kegiatan belajar.
3) Pengamatan
Guru mengamati proses kegiatan yang sedang berlangsung, diantaranya :
- Mengamati interaksi belajar ketika ditayangkan materi pelajaran dalam media power point.
- Menilai lembar kerja yang telah dikerjakan siswa.
4) Reflesksi
Pada tahap ini dilakukan evalusi seluruh tindakan berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian juga membuat suatu kesimpulan dari hasil pengamatan dan penilaian tersebut.
5. Analisis Data
Untuk menganalisa data, peneliti menggumpulkan dan mengolah data secara kuantitatif dari format observasi dan format penilaian (unjuk kerja) dari setiap siklus sehingga dapat mengetahui persentase peningkatan hasil belajar
4. Metode Penelitian.
a. Setting Penelitian
Penelitian ini di lakukan di Kelas XI IPS4, pada Bulan Maret 2011, minggu ke 2 dan 3.
b. Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kelas XI IPS4 dengan jumlah siswa sebanyak 35 anak. Jumlah Laki-laki 32 anak, Perempuan 3 anak.
c. Data dan Sumber Data
Data yang ambil adalah dari SMA Nasional Pati pada umumnya dan Kelas XI IPS4 pada khususnya.
d. Tehnik Pengumpulan Data
Tehnik pengumpulan data adalah dengan dilihat secara langsung ke masing-masing kelas, dan ternyata yang mempunyai kelemahan yang krusial adalah di kelas XI IPS4, di SMA Nasional Pati.
e. Validasi Data
Tehnik yang digunakan untuk memeriksa validasi data antara lain adalah triangulasi dan review informan kunci
f. Tehnik Analisis Data
Tehnik analisa yang digunakan untuk menganalisa data-data adalah teknik analisis kritis.
Selain itu juga sering digunakan teknik komparatif, yaitu membandingkan hasil antarsiklus.
g. Indikator Kinerja
Peningkatan motivasi menuls siswa : menyusun kerangka sebelum menulis, pengum[ulan bahan, merevisi tulisan dan ain sebagainya.
Peningkatan kemampuan siswa yang tadinya memperoleh nilai 65 lebih dari 80 % setelah dilakukan pemberian job sheet dimaksud ternyata siswa dapat berhasil, hingga nilai rerata 65 ( batass KKM ) menjadi menjadi 70, diatas KKM.
Daftar Pustaka
Pujiastuti, Sri 2000, Media Pembelajaran, Surabaya : Unipress
Sukmadinata, Syaodih, Nana. 2005. Metode Penelitian, Maranata, Bandung :
Djamarah, Bahri, Syaiful. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi, Erlangga Jakarta
Sagala, H.Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. CV Alfabeta, Bandung :


